Jumat, 20 Desember 2019

Definisi Budget Beserta Panduan yang Tepat untuk Menyusun Budget

 Dalam menjalankan sebuah perusahaan, diperlukan perencanaan keuangan yang tepat dan juga sehat untuk memastikan bisnis terus berjalan. Perencanaan keuangan lebih umum dikenal sebagai budgeting dalam perusahaan. Budget adalah anggaran yakni upaya menetapkan rencana anggaran dalam perusahaan di masa mendatang. 


Definisi Budget Adalah

Budgeting berasal dari kata budget adalah penganggaran, yakni upaya perusahaan untuk membuat rencana pengeluaran dalam satu periode ke depan akibat adanya aktivitas operasional dan fungsional. Bisa dikatakan bahwa semua departemen perusahaan akan membutuhkan rencana penganggaran baik itu pemasaran, produksi, IT, administrasi keuangan serta departemen lainnya.

Tujuan dilakukannya proses budgeting adalah untuk membuat perencanaan anggaran biaya ke depan sehingga dapat menekan pengeluaran yang tidak perlu. Penganggaran ini juga termasuk menetapkan batas pengeluaran perusahaan dalam satu periode. Dari sini, perusahaan dapat melakukan analisa dan evaluasi terkait efisiensi pengeluaran dan target yang tercapai.

Penyusunan budget adalah sangat penting bagi keberlangsungan perusahaan. Pihak manajemen bisa menjadikan rencana anggaran ini sebagai barometer dalam merencanakan keuangan berikutnya.
Sebenarnya penyusunan budget tidak hanya dilakukan dalam skala besar. Individu dan rumah tangga tentu akan melakukan budgeting setiap awal bulan agar pengeluaran tidak mengalahkan pemasukan.

Panduan untuk Menyusun Budget

Kapan waktu yang tepat untuk melakukan budgeting sebenarnya berbeda-beda bergantung kebijakan perusahaan. Ada yang melakukannya dalam jangka waktu 1 tahun sekali. Ada pula yang lebih singkat seperti per 4 bulan (caturwulan) dan 3 bulan sekali (triwulan).

Jika Anda sudah paham bahwa budget adalah anggaran yang harus ditetapkan perusahaan, maka perlu dipahami cara untuk penyusunan budget yang tepat. Terkait bagaimana menyusun budget sendiri sudah dijelaskan oleh Stoner dan Freeman (1995). Stoner dan Freeman memberikan panduan untuk menyusun budget berdasarkan dua cara yang berbeda.

1. Top Down Budgeting

Bagi perusahaan yang ingin mempersingkat proses penyusunan anggaran, maka top down budgeting bisa jadi merupakan panduan yang paling tepat. Top Down Budgeting. Penganggaran Top Down Budgeting dilakukan oleh tim budgeting khusus maupun oleh pimpinan paling tinggi di perusahaan.
Pimpinan bisa saja menetapkan anggaran total maksimal yang boleh dikeluarkan dalam satu periode. Berikutnya tim budgeting akan merinci budget yang diterima setiap departemen. 

Cara ini sangat efisien dan menghemat waktu. Pasalnya, tim budgeting tidak perlu meminta masukan dari setiap departemen di perusahaan. Seluruh anggaran total sudah ditetapkan dan tidak ada proses revisi dari bawahan. 

Kelemahan dari metode top down budgeting yakni kemungkinan adanya ketidaksesuaian antara kebutuhan dan anggaran setiap departemen sangat mungkin terjadi. Hal ini karena departemen tidak memiliki ruang untuk memberikan masukan. Dampak lainnya adalah staf departemen merasa kurang diterima dan didengar pendapatnya.

2. Bottom’s Up Budgeting

Bisa dikatakan metode Bottom’s Up Budgeting merupakan metode ideal dalam menetapkan anggaran perusahaan. Pasalnya, kebutuhan anggaran akan disiapkan oleh setiap departemen yang paling memahami apa saja pengeluaran mereka.

Proyeksi anggaran yang diusulkan kepala setiap departemen akan dikaji ulang oleh tim budgeting. Selanjutnya tim budgeting akan menetapkan apakah menerima usulan tersebut atau perlu direvisi. Kelemahan metode ini adalah waktu penyusunan yang tidak secepat top down budgeting.

Kesimpulan Budget Adalah dan Panduan Penyusunannya

Budget adalah anggaran yang harus ditetapkan oleh perusahaan setiap awal periode. Optimisasi penganggaran akan membuat alur uang keluar dan masuk perusahaan lebih terlihat jelas. Perusahaan pun akan lebih sehat keuangannya dengan budgeting optimal.

0 komentar:

Posting Komentar